Saat pisau masih menyisakan bercak darah di hati
Kamu seperti dawai gitar yang dipetik oleh seorang maestro
Begitu merdu, hingga gemanya mampu menghapus butiran-butiran embun di pelupuk mata
Seperti air yang mengaliri anak sungai
Kamu menelusup kisi-kisi hati
Meskipun aku berusaha menahan alirannya
Tapi tanganku tak mampu
Hingga aku membiarkannya
menembus setiap celah diantara batu kali


